Mukbang Akan Dilarang di Korea Selatan


Korea Selatan melewati Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menyimpulkan untuk melarang kegiatan mukbang mulai mula tahun 2019. Sebagai informasi, mukbang ialah sebuah kegiatan yang sedang disukai oleh tidak sedikit orang, terutama anak muda. Kegiatan ini dilaksanakan dengan teknik mengonsumsi makanan dengan porsi yang paling besar dan lantas diunggah ke media sosial. Tren mengerjakan mukbang sudah viral di sekian banyak  negara, tergolong Indonesia.

Meskipun tampak seru guna dilakukan, Kemenkes Korea Selatan menyebut kegiatan mukbang ini menjadi di antara penyebab utama kenaikan permasalahan obesitas di negeri tersebut. Pakar kesehatan pun membetulkan adanya kaitan antara kegiatan mukban dengan eskalasi berat badan.

“Jelas dapat menyebabkan obesitas, lagipula jika kandungan karbohidrat di dalam makanan ini paling besar. Sebagai contoh, andai kita santap mie dalam porsi yang besar, maka asupan kalori harian kita dapat berlebihan, padahal, normalnya kita melulu mengonsumsi 2.500 kalori masing-masing harinya,” ungkap dr. Titi Sekarindah, SpGK dari RS Pusat Pertamina, Jakarta.

Jika anda sering mengerjakan mukbang, maka berat badan dapat mengalami kenaikan. Kecuali andai pelaku mukbang ini inginkan berolahraga atau melakukan kegiatan fisik lumayan banyak, maka kalori yang dikonsumsi dapat dibakar sehingga dapat mencegah eskalasi berat badan.

“Apapun yang dilaksanakan dengan berlebihan tidak baik. Sebagai contoh, terdapat pasien yang terlampau sering santap buah dalam porsi besar malah mengalami eskalasi kadar gula darah. Padahal, buah termasuk makanan sehat,” lanjut dr. Titi.

Di samping kegemukan, dr. Titi pun mengungkap bahaya beda dari mukbang, yaitu iritasi lambung dan datangnya penyakit GERD.

“Usus dan lambung dibebani makanan paling banyak. Lambung menjadi lebih rentan terpapar iritasi dan GERD atau gastroesophageal reflux disease. Di samping itu, ada bisa jadi peningkatan risiko diabetes dan gangguan metabolisme,” jelas dr. Titi.

Kasus obesitas di Korea unsur selatan meningkat dari 31,7 persen ketika 2007 silam menjadi 34,8 persen pada 2016. Pada 2030, permasalahan ini diduga akan meningkat sampai dua kali lipat. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Kesehatan Korsel sebab obesitas dirasakan sebagai di antara sumber dari sekian banyak  macam penyakit berbahaya.                       

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel